Kamis, 30 Oktober 2014

Aspek Keuangan Perusahaan

Aspek keuangan pada perusahaan.


Disini saya mengambil aspek keuangan pada PT Indosat Tbk. Berikut merupakan sorotan keuangan yang dimiliki oleh PT Indosat Tbk.


Jakarta, Indonesia, 5 September 2014: PT Indosat Tbk mengumumkan bahwa Perusahaan telah menyampaikan laporan keuangan konsolidasian yang telah diaudit untuk enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2014 yang telah disusun berdasarkan Satandar Akuntansi Keuangan Indonesia (SAK) kepada otoritas pasar modal terkait.


Perusahaan mencatat pertumbuhan negatif sebesar 0,8% terhadap periode yang sama pada tahun sebelumnya, dengan membukukan pendapatan usaha konsolidasian sebesar Rp11,6 triliun dalam semester pertama tahun 2014. Mengalami penuruan sebesar 5,3% menjadi Rp 5.031,9 miliar, dengan marjin sebesar 43,3%. Beban usaha mengalami penuruna sebesar 2,6% dalam periode ini, disebabkan penurunan dalam beban penyusutan amortisasi, dan beban pemasaran. Pendapatan selular, data tetap (MIDI) dan telepon tetap masing-masing memberikan kontribusi sebesar 81%, 15%, dan 4% terhadap pendapatan usaha konsolidan Perusahaan.
·         Laba bersih persaham pada SMT1 2014 sebesar Rp 41,64 per saham, suatu perbaikan signifikan dibandingkan rugi bersih per saham sebesar Rp 42,54 pada SMT1 2013. Peningkatan laba bersih per saham ini utamanya disebabkan karena adanya peningkatan pada laba operasional, laba selisih kurs, dan laba akibat penjualan investasi saham Tower Bersama (TBIG).

·         Per tanggal 30 Juni 2014, total hutang Indosat meningkat sebesar 6,4% dibandingkan dengan tanggal 30 Juni 2013. Pembayaran yang dilakukan pada periode tersebut adalah pembayaran cicilan Pinkaman SEK Tranche A, B dan C sebesar USD 45,0 juta, cicilan Pinjaman HSBC Coface dan Sinosure sebesar USD 20,1 juta, cicilan Pinjaman Komersial 9 tahun dari HSBC sebesar USD 4,1juta, pelunasan Obligasi V seri A sebesar Rp 1,23 triliun dan pelunasan Sukuk Ijarah Indosat II sebesar Rp 400,0 miliar. Penambahan hutang dalam periode yang sama adalah penarikan bersih fasilitas RCF Mandiri sebesar Rp 950,0 miliar, penarikan bersih fasilitas RCF IIF – SMI sebesar Rp.750,0 miliar,penarian bersih fasilitas RCF BTMU sebesar Rp 250,0 miliar, penarikan bersih fasilitas RCF BNI sebesar Rp 700,0 miliar serta fasilitas kredit investasi BCA sebesar Rp 1,0 triliun.


Ikhtisar Operasional:

·         Pendapatan Selular turun sebesar 2,2% pada SMT1 2014, utamanya disebabkan penurunan dari telepon, sms, dan pendapatan, yang diimbangi dengan peningkatan pendapatan data dan VAS. Jumlah pelanggan selular pada akhir SMT1 2014 mencapai 54,9 juta pelanggan.

·         Pendapatn Data Tetap (MIDI) meningkat sebesar 6,6% dibandingkan SMT1 2013, utamanya disebabkan adanya pelanggan baru transponder, meningkatnya penggunaan layanan internet pelanggan eksisting, dan peningkatan layanan Leased Circuit terkait proyek-proyek pemerintah dan swasta.

·         Pendapatan Telepon Tetap (Telekomunikasi Tetap) meningkat sebesar 1,1% dibandingkan tahun sebelumnya yang disebabkan meningkatnya pendapan SLI sebagai akibat meningkatnya pendapatan incoming yang diimbangi dengan penuruna pendapatan FWA sebagai akibat penurunan pelanggan FWA.

Laporan posisi keuangan



          Kinerja Indosat masih terimbas proses modernisasi jaringan, namun secara profitabilitas perusahaan secara keseluruhan menunjukkan perbaikan dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2013. Melalui peningkatan kualitas jaringan yang signifikan serta strategi komersial yang baik, tetap bertujuan untuk menjadi pilihan utama pelanggan untuk semua solusi ICT yang menawarkan produk berkualitas tinggi, harga terbaik dan pelayanan yang utama. Indosat tetap meluncurkan produk-produk baru yang inovatif dengan focus utama di bisnis data. Hal ini akan memberikan pihak Indosat kemampuan untuk menghasilkan arus kas yang baik meningkatkan nilai bagi pemegang saham.







Source : www.indosat.com


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan yang ingin bertanya :)